You are on page 1of 27

OBSTRUCTIVE SLEEP Fieda Rizkiana

APNEA (OSA)
2 0 1 8 1 0 4 01 01 1 0 8 8

SMF ILMU PENYAKIT TELINGA HIDUNG TENGGOROK RS SITI KHODIJAH SEPANJANG


DEFINISI
Obstructive Sleep Apnea (OSA) adalah keadaan apnea
(penghentian aliran udara selama 10 detik atau lebih sehingga
menyebabkan 2-4% penurunan saturasi oksigen) dan hipopnea
(pengurangan aliran udara >30% untuk minimal 10 detik
dengan desaturasi oksihemoglobin >4% atau pengurangan
dalam aliran udara >50% untuk 10 detik dengan desaturasi
oksihemoglobin >3%).
EPIDEMIOLOGY
 OSA pertama kali dipublikasikan pada tahun 1956 oleh
Sidney Burwell
 Prevalensi OSA di negara maju diperkirakan mencapai 2 - 4%
pada pria dan 1-2% pada wanita
 Prevalensi OSA pada anak sekitar 3% dengan frekuensi
tertinggi pada usia 2 -5 tahun
FAKTOR RESIKO

•Kelaianan bawaan pada elongasi wajah


•Hipoplasia mandibula

Struktur •Bentuk kepala yang pendek dan lebar


•Hipertrofi adenotonsiliar
•Sindrom down, sindrom marfan, sindrom pierre robin, sindrom
prader-willi

•Obesitas

Non •Penggunaan alkohol


•Merokok

struktur •Posisi tidur terlentang


•Penggunaan obat penenang
•Laki-laki
•Usia
KLASIFIKASI
 Derajat beratnya OSA
dinilai berdasarkan nilai
Apnea-Hypopnea Index
(AHI) menggunakan
polisomnografi. OSA
diklasifikasikan menurut
American Academy of
Sleep Medicine yaitu:
1. Ringan (AHI 5-15)
2. Sedang (AHI 15-30)
3. Berat (AHI > 30)
PATOFISIOLOGI

Pendorongan lidah
Obstruksi saluran
dan palatum ke Oklusi nasofaring Terhentinya aliran
nafas di daerah Apnea, asfiksia
belakang,hipertrofi dan orofaring udara
faring
adenoid
ETIOLOGI
 Multifactorial
 Faktor anatomi
 Anatomi Skeletal (Micrognatia, Retrognatia)
 Soft tissue (Macroglossia, Hipertrofi tonsil dan atau adenoid, infiltrasi
lemak jaringan faring dengan obesitas)
 Faktor neuromuskular
 Penurunan aktivitas otot dilator pharyngeal
 Penghambatan aktif aktivitas otot saat REM sleep
Micrognathia Retrognathia
Hipertrofi tonsil Macroglossia

Hipertrofi adenoid
GEJALA DAN TANDA

Gejala Tanda
Mendengkur Obesitas
Mengantuk yang berlebihan pada siang hari
Mandibula/maksila hipoplasia
Tersedak
Tidur tidak nyeyak Penyempitan orofaring
Letih dan lesu sepanjang hari Pembesaran tonsil atau lidah
Penurunan konsentrasi
Obstruksi nasal dan nasofaringeal
Riwayat OSA dalam keluarga
DIAGNOSIS
 Anamnesis dan Riwayat penyakit
 Pemeriksaan fisik
 Polysomnography
DIAGNOSIS
1 .Mengantuk berat sepanjang hari yang tidak dapat dijelaskan karena sebab
lain.

2. Dua atau lebih keadaan:


 ter sedak ketika tidur
 terbangun beberapa kali ketika tidur
 tidur yang tidak menyebabkan rasa segar
 perasaan lelah sepanjang hari
 gangguan konsentrasi .

3. Hasil PSG menunjukkan ≥ 5 jumlah total apnea ditambah terjadi hipopnea


per-jam selama tidur (AHI ≥ 5).

4. Hasil PSG negatif untuk gangguan tidur lainnya.


TATALAKSANA
 Modifikasi gaya hidup
 Terapi Non Bedah
 Terapi Bedah
MODIFIKASI GAYA HIDUP
 Kurangi berat badan (obesitas)
 Hindari minum alkohol
 Tidur satu sisi dengan menggunakan pengganjal
 Berhenti merokok
TERAPI NON BEDAH
 Farmakoterapi
 Decongestan : ↓ congesti nasal, ↓ edema faring
 Antibiotik
 CPAP(Continous Positive Airway Pressure)
TERAPI NON BEDAH
 Oral Devices

Mandibular advancing devices Tongue retaining devices


TERAPI BEDAH

 Uvulopalatopharyngoplasty (UPPP)
PENATALAKSANAAN BEDAH
 Lateral Pharyngoplasty
PENATALAKSANAAN BEDAH

 Laser Assisted
Uvulopalatoplasty
 High initial success rate for
snoring
 Rates decrease, as for UP3,
at twelve months
 Performed awake
PENATALAKSANAAN BEDAH

 Tongue Base Procedures


 Lingualplasty
 Chabolle, et al success rate of
77% (RDI<20, 50% reduction)
in 22 patients in conjunction
with UPPP
 Complication rate of 25% -
bleeding, altered taste,
odynophagia, edema
 Can be combined with
epiglottectomy
PENATALAKSANAAN BEDAH

 Mandibular Procedures
 Genioglossus Advancement
 Rarely performed alone
 Increases rate of efficacy of
other procedures
 Transient incisor paresthesia
PENATALAKSANAAN BEDAH
 Lingual
Suspension
PENATALAKSANAAN BEDAH

 Maxillary -Mandibular
Advancement
 Performed in conjunction
with oral surgeons
 Temporary or permanent
paresthesia
 Change in facial structure
TERIMA KASIH