You are on page 1of 8

Telusur Jurnal Keperawatan

Komplementer Usia Anak


KELOMPOK
2
B 11-A

Ni Komang Ayu Nopi Savitri (183222928) Ni Putu Eka Pradnya Kartini (183222940)
Ni Komang Megawati (183222929) NiPutu Ita Martariani (183222941)
Ni Luh Ayu Karmini (183222930) Ni Putu Nick Tri Danyati (183222942)
Ni Luh Putu Eka Rasnuari (183222931) Ni Putu Riski Damayanti (183222943)
Ni Luh Putu Very Yanthi (183222932) Ni Putu Rita Laksmi (183222944)
Ni Luh Sutamiyanti (183222933) Ni Putu Sri Apriantini (183222945)
Ni Made Desy Ardani (183222934) Ni Putu Yuvi Gitayani (183222946)
Ni Made Heni Wahyuni (183222935) Ni Wayan Cintia Devi Utami (183222947)
Ni Made Sri Damayanti (183222936) Ni Wayan Nia Arditya Sari (183222948)
Ni Made Widiadnyani (183222937) Ni Wayan Sumarni (183222949)
Ni Made Yuni Antari (183222938) Ni Wayan Wahyy Esty Udayani (183222950)
Ni Putu Ayu Swastiningsih (183222939) Ni Putu Rias Andreani (183222951)
Putu Sri Utami Devi (183222952)
1. Pengaruh Swedish Massage Therapy
terhadapTingkat Kualitas Hidup Penderita
LeukemiaUsia Sekolah
 Fenomena di Rumah Cinta Anak Kanker Bandung pun menggambarkan
dimana angka kejadian penderita leukemia pada anak cenderung
meningkat dan berfokus pada conservative therapy. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui pengaruh swedish massage therapy terhadap tingkat
kualitas hidup penderita leukemia usia sekolah di Rumah Cinta Anak
Kanker Bandung.
 Prosedur yang digunakan pada penelitian ini adalah tindakan swedish
massage therapy yang dilakukan langsung oleh peneliti. Analisis data yang
digunakan adalah paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian
menggambarkan terdapat perbedaan kualitas hidup pada kelompok
intervensi sebelum dan sesudah dilakukan swedish massage therapy (p =
0,000 pada α = 5).
 Hasil penelitian merekomendasikan bahwa swedish massage therapy bisa
dipakai sebagai metode alternatif dalam meningkatkan kualitas hidup
penderita leukemia usia sekolah.
2. Metode Keperawatan Komplementer Hipnoterapi Untuk
Menurunkan Efek Stress Pasca Trauma Tingkat Sedang Pada Fase
Rehabilitasi Sistem Penanggulangan Kegawatdaruratan Terpadu
(Spgdt)

 Hipnoterapi ini menitik beratkan pada pemberian


sugestisugesti positif pada klien yang akan menimbulkan
perilaku mekanisme koping konstruktif pada klien.
Kesimpulan dari karya tulis ini adalah metode
keperawatan komplementer dengan hipnoterapi
sangat efektif untuk menurunkan stress tingkat sedang
pada stress pasca trauma. Disarankan untuk dilakukan
pengkajian lebih lanjut terkait faktor-faktor lain yang
mempengaruhi hasil terapi pada hipnoterapi ini.
3.Pengaruh Terapi Pijat Dalam Penurunan Frekuensi Bab
Dan Tingkat Dehidrasi Pada Anak Usia 0-2 Tahun Dengan
Diare Di Rsud Cibabat Cimahi

 Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh terapi pijat dalam


penurunan frekuensi BAB dan tingkat dehidrasi pada kelompok
intervensi, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok
kontrol dan kelompok intervensi dalam penurunan frekuensi BAB
dan tingkat dehidrasi. Terdapat perbedaan kondisi responden
pada kelompok intervensi dibanding kelompok kontrol yaitu
responden menjadi lebih tenang, rileks, tidur lebih nyenyak, dan
peningkatan nafsu makan. Tidak ada pengaruh karakteristik
responden dalam penurunan frekuensi BAB dan tingkat dehidrasi.
Hasil penelitian merekomendasikan penelitian lebih lanjut tentang
pengaruh terapi pijat pada anak dengan diare dan lebih
memperhatikan faktor pemilihan teknik pemijatan, area, dan waktu
pemijatan.
4. Terapi Madu Efektif Untuk Menurunkan Frekuensi
Diare Dan Bising Usus Pada Anak Usia Balita

 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi


efektivitas terapi madu terhadap frekuensi diare dan
bising usus pada anak usia balita. Penelitian ini
menggunakan desain kuasi eksperimental dengan jenis
nonequivalent control group before after design.Jumlah
sampel 46 dibagi menjadi dua kelompok yaitu
kelompok kontrol dan intervensi. Hasil penelitian ini
menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada
frekuensi diare dan bising usus pada kedua kelompok
(p= 0,000; ᾰ = 0,05). Dapat disimpulkan bahwa
pemberian madu efektif untuk menurunkan frekuensi
diare dan bising usus.
5. Hipnoterapi Mengurangi Nyeri Pasca
Pembedahan Pada Anak Usia Sekolah

 Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh


hipnoterapi terhadap perubahan skor nyeri pasca
pembedahan pada anak usia sekolah, menggunakan
desain quasy eksperimen dengan rancangan one
group pretest-postest. Penelitian ini dilakukan pada 14
anak usia sekolah yang telah menjalani pembedahan
yang dipilih dengan consecutive sampling,
menggunakan uji statistik paired t test. Hasil penelitian
menunjukkan hipnoterapi menurunkan skor nyeri
sebesar 5,071Hipnoterapi dapat direkomendasikan
menjadi intervensi nonfarmakologi dalam menurunkan
intensitas nyeri.
6. Efektifitas Terapi Akupresur Terhadap Frekuensi
Enuresis Pada Anak Usia Prasekolah Di Kota
Pontianak
 Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain
penelitian pre- ekperimental dengan rancangan One Group
Pretest Postest design tanpa adanya kelompok kontrol. Sampel
dalam penelitian ini berjumlah 10 responden yang diberikan terapi
Akupresur dalam satu kali perlakukan dengan durasi selama 15
menit. Analisis yang digunakan adalah menggunakan uji T
berpasangan. Hasil menunjukan frekuensi rata-rata sebelum
diberikan terapi akupresur 4,9 kali per minggu dan frekuensi rata-
rata setelah diberikan terapi akupresur yaitu 3,7 kali per minggu
dengan nilai significancy (p<0,05). Nilai ini menyatakan bahwa
terapi akupresur efektif terhadap frekuensi enuresis pada anak usia
prasekolah di Kota Pontianak.