You are on page 1of 16

ANALISIS RASIONALISASI

PENGGUNAN OBAT TERHADAP


ANGKA KUNJUNGAN DAN
DIAGNOSA PENYAKIT

dr. DINI KINGKIN ARYANTI


PENANGGUNG JAWAB MEDIS DASAR
PUSKESMAS CIGAYAM
LAPORAN PENGGUNAAN OBAT RASIONAL
PUSKESMAS CIGAYAM
JUNI 2018
ANALISIS PENGGUNAAN OBAT RASIONAL
PUSTU/POSKESDES
JUNI 2018
PUSTU PASAWAHAN

 Jumlah penggunaan antipiretik dan analgetik : 297 tablet dan 8 botol obat syrup
 Jumlah penggunaan antibiotik : 488 tablet dan 5 botol syrup
 Jumlah kunjungan pasien : 81 orang
 Jumlah kasus infeksi bakteri : 39 kasus

Kesimpulan :
 Penggunaan antibiotik cukup tinggi, tidak sesuai dengan jumlah kasus infeksi pada LB1
 Angka kejadian kasus infeksi tinggi dibandingkan kasus non infeksi
 Penggunaan antipiretik dan analgetik sangat minimal
POSKESDES BANJARANYAR

 Jumlah penggunaan antipiretik dan analgetik : 20 tablet


 Jumlah penggunaan antibiotik :0
 Jumlah kunjungan pasien : 9 orang
 Jumlah kasus infeksi bakteri : 0 kasus

Kesimpulan :
 Antibiotik tidak digunakan karena tidak ada kasus infeksi
 Terdapat rasionalisasi jumlah penggunaan analgetik dan antipiretik terhadap angka
kunjungan pasien
PUSTU CIGAYAM

 Jumlah penggunaan antipiretik dan analgetik : 614 tablet dan 11 botol obat syrup
 Jumlah penggunaan antibiotik : 75 tablet dan 7 botol syrup
 Jumlah kunjungan pasien : 810 orang
 Jumlah kasus infeksi bakteri : 13 kasus

Kesimpulan :
 Terdapat rasionalisi penggunaan obat terhadap angka kunjungan dan diagnosa
penyakit
PUSTU CIKASO

 Jumlah penggunaan antipiretik dan analgetik : 508 tablet dan 8 botol obat syrup
 Jumlah penggunaan antibiotik : 162 tablet dan 5 botol syrup
 Jumlah kunjungan pasien : 85 orang
 Jumlah kasus infeksi bakteri : 22 kasus

Kesimpulan :
 Terdapat rasionalisi penggunaan obat terhadap angka kunjungan dan diagnosa
penyakit
POSKESDES SINDANGRASA

 Jumlah penggunaan antipiretik dan analgetik : 190 tablet dan 7 botol obat syrup
 Jumlah penggunaan antibiotik : 10 tablet dan 1 botol syrup
 Jumlah kunjungan pasien : 33 orang
 Jumlah kasus infeksi bakteri : 2 kasus

Kesimpulan :
 Terdapat rasionalisi penggunaan obat terhadap angka kunjungan dan diagnosa
penyakit
PUSTU KALIJAYA

 Jumlah penggunaan antipiretik dan analgetik : 358 tablet dan 5 botol obat syrup
 Jumlah penggunaan antibiotik : 95 tablet dan 6 botol syrup
 Jumlah kunjungan pasien : 41 orang
 Jumlah kasus infeksi bakteri : 2 kasus

Kesimpulan :
 Penggunaan analgetik dan antipiretik hampir mendekati jumlah kunjungan pasien
 Penggunaan antibiotik tidak sesuai dengan kasus infeksi bakteri pada LB1
PUSTU KARYAMUKTI

 Jumlah penggunaan antipiretik dan analgetik : 170 tablet dan 4 botol obat syrup
 Jumlah penggunaan antibiotik : 30 tablet dan 2 botol syrup
 Jumlah kunjungan pasien : 42 orang
 Jumlah kasus infeksi bakteri : 5 kasus

Kesimpulan :
 Terdapat rasionalisi penggunaan obat terhadap angka kunjungan dan diagnosa
penyakit
POSKESDES CIKUPA

 Jumlah penggunaan antipiretik dan analgetik : 40 tablet


 Jumlah penggunaan antibiotik : 140 tablet
 Jumlah kunjungan pasien : 69 orang
 Jumlah kasus infeksi bakteri : 21 kasus

Kesimpulan :
 Penggunaan analgetik/antipiretik dan antibiotik tidak rasional apabila dibandingkan
dengan jumlah kunjungan pasien dan kasus infeksi bakteri pada LB1
POSKESDES LANGKAPSARI

 Jumlah penggunaan antipiretik dan analgetik : 130 tablet


 Jumlah penggunaan antibiotik : 10 tablet
 Jumlah kunjungan pasien : 16 orang
 Jumlah kasus infeksi bakteri : 0 kasus

Kesimpulan :
 Terdapat rasionalisi penggunaan analgetik dan antipiretik terhadap jumlah kunjungan
pasien
 Penggunaan antibiotik tidak rasional karena tidak ada kasus infeksi
PELAYANAN DESA TANJUNGSARI

 Jumlah penggunaan antipiretik dan analgetik : 45 tablet


 Jumlah penggunaan antibiotik :0
 Jumlah kunjungan pasien : 12 orang
 Jumlah kasus infeksi bakteri : 1 kasus

Kesimpulan :
 Penggunaan analgetik dan antipiretik termasuk rasional apabila dibandingkan dengan
jumlah kunjungan pasien
 Pengobatan kasus infeksi tidak rasional karena tidak menggunakan antibiotik
Mohon maaf apabila tidak berkenan