You are on page 1of 41

I Putu Artha Satria Wibawa

1707532099/20

I Made Gilang Jhuniantara


1707532104/24

I Gusti Ayu Ngurah Pradnyadevi Utami


1707532111/30
Akuntansi Untuk Investasi pada Saham Biasa
Metode yang digunakan untuk mencatat investasi pada saham biasa tergantung pada tingkat pengaruh atau
pengendalian yang dimiliki investor atas investee. Tingkat pengaruh adalah faktor utama yang menentukan
apakah investor dan investee akan menyajikan laporan keuangan konsolidasian atau investor akan
melaporkan investasi pada modal saham biasa dalam laporan posisi keuangannya menggunakan metode
biaya atau metode ekuitas. Figur 2-1 mengikhtisarkan hubungan antara metode-metode yang digunakan
untuk melaporkan investasi saham biasa di perusahaan lain dan tingkat kepemilikan dan pengaruh.

Dasar Pelaporan Keuangan berdasarkan Tingkat Kepemilikan Saham Biasa

Tingkat Kepemilikan
0% 20% 50% 100%

Pengaruh tidak Pengaruh Pengendalian


signifikan signifikan

Metode Biaya Metode Ekuitas Konsolidasi


Konsolidasi Metode Ekuitas
Melibatkan penggabungan untuk pelaporan Digunakan untuk pelaporan eksternal jika investor
keuangan aset, kewajiban, pendapatan dan beban mempunyai pengaruh signifikan dalam kebijakan
individual untuk dua atau lebih perusahaan yang operasi dan keuangan investee dan konsolidasi
berhubungan istimewa seakan-akan mereka tidak sesuai.
adalah satu perusahaan.

Metode Nilai Wajar Metode Biaya


Digunakan untuk pelaporan investasi dalam sekuritas Digunakan oleh perusahaa induk kapanpun perusahaan
ekuitas yang tidak diperdagangkan ketika konsolidasi tersebut mempersiapkan laporan keuangan tersendiri,
dan metode tidak sesuai untuk digunakan. sebagai informasi tambahan untuk laporan konsolidasi.
Ketika sebuah perusahaan memiliki investasi pada
modal saham biasa perusahaan lainnya yang tidak
memiliki pengaruh atas perusahaan tempat
investasinya, maka perusahaan tersebut tidak
perlu dikonsolidasikan.
PT Republik membeli 10% saham biasa dari PT Bina Suka pada 1 Januari 2008 senilai Rp50.000.000. PT Bina
Suka memiliki aset bersih pada tanggal tersebut dengan nilai buku Rp400.000.000 dan nilai wajar Rp
465.000.000. PT Republik menerbitkan laporan keuangan pada akhir setiap triwulan. Pada 1 Maret 2008, PT
Republik menerima dividen tunai Rp1.500.000 dari PT Bina Suka, PT Republik menentukan nilai wajar
investasinya di PT Bina Suka menjadi Rp57.000.000. selama triwulan pertama 2008, PT Republik mencatat
ayat jurnal berikut ini pada pembukuan yang terkait dengan investasi PT Bina Suka:

1 Januari 2008
Investasi di PT Bina Suka Rp50.000.000
Kas Rp 50.000.000
(Mencatat pembelian saham PT Bina Suka)
Pada 1 Maret 2008, PT Republik menerima dividen tunai sebesar Rp1.500.000 atas investasi di saham biasa
PT Bina Suka. PT Republik sebagai investor menerima laba bersih hanya ketika investee mengumumkan
dividen tunai. PT Republik mencatat dividen tunai:
1 Maret 2008
Kas Rp1.500.000
Pendapatan Dividen Rp1.500.000
(Mencatat pendapatan divien dari PT Bina Suka)

Pada setiap akhir triwulan, PT Republik membuat penyesuaian atas investasi ini pada nilai pasarnya. PT
Republik mencatat kenaikan di investasi – akun posisi keuangan, terkait dengan perubahan nilai wajar, dan
dikreditkan ke akun keuntungan (kerugian) tidak terealisasi – akun laba rugi. PT Republik membuat ayat jurnal:
1 Maret 2008
Investasi di PT Bina Suka Rp7.000.000
Keuntungan (Kerugian) Tidak Terealisasi – Laba Rp7.000.000
(Mencatat kenaikan nilai PT Bina Suka)
Semua dividen yang diumumkan oleh investee yang lebih besar dari laba sejak akuisisi oleh investor dianggap oleh
investor sebagai dividen likuidasi.
Asumsikan bahwa PT Investor membeli 10% modal saham biasa PT Investee pada tanggal 2 Januari 2011. Laba
tahunan dan dividen dari Investee, jumlah dividen yang diakui oleh Investor tiap tahun berdasarkan metode biaya dan
pengurangan nilai tercatat investasi PT Investor di PT Investee adalah berikut:

PT Investee PT Investor
Kumulatif Laba Pengurangan
yang Tidak Penerimaan Pendapatan Saldo
Tahun Laba Bersih Dividen Dibagikan Kas Dividen Investasi

2011 Rp100.000.000 Rp70.000.000 Rp30.000.000 Rp7.000.000 Rp7.000.000


2012 100.000.000 120.000.000 10.000.000 12.000.000 12.000.000
2013 100.000.000 120.000.000 - 12.000.000 11.000.000 Rp1.000.000
2014 100.000.000 120.000.000 - 12.000.000 10.000.000 2.000.000
2015 100.000.000 70.000.000 30.000.000 7.000.000 7.000.000
Ayat jurnal untuk mencatat dividen tahun 2013 pada pembukuan PT Investor
sebagai berikut:

(3) Kas Rp12.000.000


Investasi pada Saham PT Investee
Rp1.000.000
Pendapatan Dividen
11.000.000
Mencatat penerimaan dividen tahun 2013 dari PT Investee:
Rp12.000.000 = Rp120.000.000 × 0,10
Rp1.000.000 = (Rp310.000.000 – Rp300.000.000) × 0,10
Rp11.000.000 = (Rp120.000.000 – Rp10.000.000) × 0,10
Dividen Likuidasi Setelah Sudut Pandang Investee atas
Perubahan dari Metode Ekuitas Dividen Likuidasi

Jika sebelumnya investor mencatat Dividen yang diterima investor melebihi


investasi menggunakan metode ekuitas laba sejak tanggal akuisisi, dianggap
dan karena adanya penjualan sebagai sebagai dividen likuidasi oleh investor,
investasi, berubah menjadi metode nilai tetapi biasanya bukan merupakan dividen
wajar, maka tanggal perubahan metode likuidasi dari sudut pandang investee.
tersebut menggantikan tanggal akuisisi
sebagai tanggal referensi untuk
menentukan dividen likuidasi.
Akuisisi investasi selain pada awal atau akhir tahun fiskal umumnya tidak
menimbulkan masalah besar jika metode nilai wajar digunakan untuk
akuntansi investasi. Satu-satunya kesulitan hanyalah penentuan apakah
sebagian dividen yang diterima oleh investor merupakan dividen likuidasi
ketika investee mengumumkan dividen sesaat setelah investor membeli saham
investee.
Pembelian Saham Tambahan Penjualan Saham
Pembelian saham tambahan dicatat sebesar Jika seluruh atau sebagian saham investasi
nilai wajar dalam cara yang sama pada perusahaan lain dijual, transaksi tersebut
sebagaimana investasi awal. Kepemilikan diperlakukan dengan cara yang sama seperti
saham sebelumnya harus dinilai ulang terlebih penjualan aset tidak lancar lainnya.
dahulu berdasarkan nilai wajar yang sama Keuntungan dan kerugian dari penjualan
yang diaplikasikan untuk saham tambahan diakui dari selisih antara harga jual yang
baru dan keuntungan (kerugian) tidak diterima dan nilai tercatat investasi yang dijual.
terealisasi – akun laba rugi yang diakui.
METODE
EKUITAS
Karena adanya kemungkinan kesulitan dalam menentukan tingkat pengaruh
dalam beberapa kasus, telah ditetapkan aturan 20%. Jika tidak terdapat bukti
lain yang menunjukkan sebaliknya, investor yang mempunyai 20% atau lebih
saham berhak suara investee diasumsikan memiliki pengaruh signifikan atas
investee. Sebaliknya, investasi lebih kecil dari 20% atas saham berhak suara
investee harus diasumsikan tidak mempunyai kemampuan untuk memiliki
pengaruh signifikan, kecuali kemampuan tersebut dapat ditunjukkan.
Dalam metode ekuitas, investor mencatat investasi sebesar biaya perolehan awal.
Pengaruh dari laba, rugi, dan dividen investee terhadap akun investasi investor dan akun
lain dapat digambarkan berikut:
Dilaporkan oleh Investee Pengaruh pada Akun Investor
Laba bersih Mencatat pendapatan dari investasi
Meningkatkan akun investasi
Rugi bersih Mencatat kerugian dari investasi
Menurunkan akun investasi
Pengumuman dividen Mencatat aset (kas atau piutang)
Menurunkan akun investasi
Nilai tercatat investasi disesuaikan dengan jumlah yang sama untuk mencerminkan
perubahan dalam aset bersih investee dihasilkan dari laba investee.
Asumsikan PT ABC memperoleh pengaruh signifikan atas PT XYZ dengan membeli
20% saham biasa PT XYZ pada awal tahun. PT XYZ melaporkan laba sebesar
Rp60.000.000 untuk tahun berjalan. PT ABC mencatat bagiannya atas laba PT XYZ
sebesar Rp12.000.000 dengan ayat jurnal:

Investasi pada Saham PT XYZ Rp12.0000.000


Pendapatan dari Investee Rp12.000.000
(Mencatat pendapatan dari investasi pada PT XYZ: Rp60.000.000 x 0,2)
Dividen dari investasi tidak diakui sebagai pendapatan dalam
metode ekuitas karena bagian investor atas laba investee diakui

Pengakuan
pada saat laba tersebut diakui oleh investee. Sebaliknya, dividen
tersebut dipandang sebagai pembagian laba yang sebelumnya telah
diakui dan telah dikapitalisasi dalam nilai tercatat investasi.
Jika PT ABC memiliki 20% saham biasa di PT XYZ dan PT XYZ

Dividen mengumumkan serta membayar dividen sebesar Rp20.000.000,


ayat jurnal dalam pembukuan PT ABC untuk mencatat bagiannya:

Kas Rp4.000.000
Investasi pada saham PT XYZ Rp4.000.000
(Mencatat penerimaan dividen dari PT XYZ: Rp20.000.000 x 0,2)
Nilai Tercatat Investasi
Jika investee membayar dividen dengan jumlah yang persis sama dengan labanya maka nilai tercatat
investasi setelah akuisisi akan sama dengan biaya perolehan akuisisi awal. Jika laba investee setelah
investasi oleh investor melebihi dividen investee pada periode tersebut, maka nilai tercatat investasi akan
lebih besar dari biaya perolehan awal.
Asumsikan setelah PT ABC mengakuisisi 20% saham biasa PT XYZ senilai Rp100.000.000, PT XYZ
memperoleh laba sebesar RP60.000.000 dan membayar dividen Rp20.000.000. nilai tercatat investasi
diawali dengan biaya perolehan awal Rp100.000.000 dan bertambah sebesar bagian PT ABC atas laba PT
XYZ yaitu sebesar Rp12.000.000. Nilai tercatat dikurangi oleh bagian PT ABC atas dividen PT XYZ, yaitu
Rp4.000.000. oleh karena itu, nilai tercatat investasi pada akhir periode adalah Rp108.000.000.
Tidak ada laba investee sebelum tanggal akuisisi investasi yang boleh diakui
oleh investee. Ketika pembelian dilakukan antara tanggal laporan posisi
keuangan, jumlah laba yang diperoleh investee dari tanggal akuisisi sampai akhir
tahun fiskal perlu diestimasi investor untuk mencatat akrual ekuitas.

Akuisisi Asumsikan PT ABC mengakuisisi 20% saham biasa PT XYZ pada 1 Oktober
senilai Rp109.000.000. PT XYZ mengakui laba secara merata selama tahun

pada
tersebut sebesar Rp60.000.000 dan membayar dividen sebesar Rp20.000.000
pada tanggal 20 Desember. Nilai tercatat investasi meningkat Rp3.000.000, yang
menunjukkan bagian PT ABC atas laba bersih PT XYZ yang diperoleh antara

Tanggal tanggal 1 Oktober dan 31 Desember, dan menurun Rp4.000.000 dari dividen
yang diterima pada akhir tahun

Interim
Ketika suatu perusahaan membeli saham biasa perusahaan lain, harga belinya
biasanya didasarkan pada harga pasar saham yang diakuisisi, bukan nilai buku
aset dan liabilitas investee. Sebagai akibatnya, sering kali timbul selisih antara
biaya perolehan investasi dari investor dengan nilai buku dari bagian
proporsional investor atas aset bersih yang mendasari dari investee.
Perbedaan ini disebut diferensial/selisih (differential).
Tiap bagian dari selisih yang berhubungan dengan aset yang disusutkan atau yang diamortisasi dari
investee harus diamortisasi selama sisa masa manfaat di mana biaya perolehan aset tersebut
dialokasikan oleh investee. Amortisasi selisih sehubungan dengan aset yang disusutkan atau yang
dimortisasi dari investee dicatat pada pembukuan investor untuk mencerminkan penurunan manfaat masa
depan yang diharapkan investor dari bagian biaya perolehan investasi sehubungan dengan aset-aset
tersebut.

Pendapatan dari Investee xxx

Investasi pada Saham Biasa Investee xxx


Asumsikan PT Antariksana membeli 40% saham biasa PT Barapanas pada tanggal 1 Januari
2008, senilai Rp200.000.000. PT Barapanas pada tanggal tersebut mempunyai aset bersih
dengan nilai buku Rp400.000.000 dan nilai wajar RP465.000.000. Bagian PT Antariksana atas
nilai buku aset bersih PT Barapanas pada saat akuisisi adalah Rp160.000.000. Selisih
Rp40.000.000.000 dihitung:
Biaya perolehan investasi pada PT Antariksana Rp 200.000.000
Nilai buku bagian PT Antariksana atas aset PT Barapanas (Rp 160.000.000)
Selisih Rp 40.000.000

Selisih lebih nilai wajar di atas nilai buku sebesar Rp65.000.000 terdiri dari Rp15.000.000
peningkatan nilai tanah PT Barapanas dan Rp50.000.000 peningkatan nilai peralatan PT
Barapanas. Sebesar 40% bagian PT Antariksana atas peningkatan nilai aset PT Barapanas
adalah:

Total Peningkatan Bagian PT A 40 %


Tanah 15.000.000,- 6.000.000,-
Peralatan 50.000.000,- 26.000.000,-
Total 65.000.000 26.000.000,-
PT barapanas mengumumkan dividen sebesar sebesar Rp 20.000.000 selama tahun 2008 dan pada
akhirnya tehun melaporkan laba bersih Rp 80.000.000 selama tahun tersebut. Dengan menggunakan
equitas, Ayat jurnal PT Antariksana adalah :
(6) Investasi pada saham PT Barapanas Rp 200.000.000
Kas Rp 200.000.000
Mencatat pembelian saham PT Barapanas

(7) Kas Rp 8.000.000


Investasi pada saham PT Barapanas Rp 8.000.000
Mencatat dividen PT B ( 40% x Rp 20.000.000,-)

(8) Investasi pada saham PT Barapanas Rp 32.000.000


Pendapatan dari investee Rp 32.000.000
Mencatat pendapatan metode ekuitas ( 40% x Rp 80.000.000,-)

(9) Pendapatan dari investee Rp 4.000.000,-


Investasi pada saham PT Barapanas Rp 4.000.000,-
Amortisasi peralatan terkait dengan peralatan
Pelepasan Selisih Aset Terkait
Jika investee melepaskan aset dengan mana selisih tersebut terkait, maka bagian selisih tersebut harus
dikeluarkan dari akun investasi di pembukuan investor.
Asumsikan PT Barapanas semula membeli tanah tersebut di tahun 2000 dengan harga Rp75.000.000 dan
menjual tanah tersebut di tahun 2009 dengan harga Rp125.000.000. PT Barapanas mengakui keuntungan
dari penjualan sebesar Rp50.000.000, dan bagian PT Antariksana atas keuntungan tersebut sebesar 40%
atau Rp20.000.000. akan tetapi sebenarnya bagian keuntungan yang diakui oleh PT Antariksana harus
disesuaikan dengan penghitungan:

Bagian keuntungan PT A atas keuntungan yang dilaporkan PT B Rp 20.000.000,-


Bagian diferensial PT A yang tercatat dengan tanah (Rp 6.000.000,)
----------------------
Keuntungan yang diakui PT A Rp 14.000.000,-
Jadi, jika PT Barapanas melaporkan laba bersih (termasuk keuntungan dari penjualan
tanah) sebesar Rp150.000.000 untuk tahun 2009, PT Antariksana mencatat ayat
jurnal berikut (tidak memperhitungkan dividen dan amortisasi selisih terkait dengan
peralatan)

(10) Investasi pada saham PT Barapanas Rp 60.000.000


Pendapatan dari investee Rp 60.000.000
Mencatat pendapatan metode ekuitas (40% x Rp 150.000.000)

(11) Pendapatan dari investee Rp 6.000.000,-


Investasi pada saham PT Barapanas Rp 6.000.000,-
Menghapus diferensial terkait dengan tanah PT Barapanas
Pendekatan yang sama juga berlaku untuk aset dengan masa manfaat terbatas.
Jika nilai pasar investasi mengalami
penurunan secara material di bawah
nilai tercatat metode ekuitasnya, dan
penurunan nilai tersebut dianggap
tidak bersifat temporer, maka nilai
tercatat investasi harus diturunkan
menjadi sebesar nilai pasarnya dan
mengakui ada kerugiannya.
Pembelian Saham Tambahan
Pembelian saham tambahan dicatat menggunakan metode ekuitas hanya menyebabkan penambahan
biaya perolehan saham baru tersebut dalam akun investasi dan menerapkan metode ekuitas dengan
cara yang sama mulai dari tanggal akuisisi.
Asumsikan bahwa PT ABC membeli 20% saham biasa PT XYZ pada tanggal 2 Januari 2008 dan
membeli lagi 10% pada tanggal 1 Juli 2008, dan pembelian saham tersebut dilakukan pada nilai
bukunya. Jika PT XYZ memperoleh laba sebesar Rp25.000.000 dari 2 Januari sampai 30 Juni
memperoleh Rp35.000.000 dari tanggal 1 Juli sampai 31 Desember, total pendapatan tahun 2008
diakui oleh PT ABC dari investasinya di PT XYZ adalah Rp15.500.000

Pendapatan 2 Januari - 30 Juni 2011 : 20% x Rp 25.000.000 = Rp 5.000.000,-


Pendapatan 1 Juli - 31 Desember : 30% x Rp 35.000.000,- = Rp 10.500.000,-
Pendapatan dari investasi 2011 = Rp 15.500.000,-
Penjualan Saham
Asumsikan PT Aroganomos membeli saham 50% saham biasa PT Zorois pada 2 Januari 2007, dan
menjual 30% pada 2 Januari 2010. Asumsikan PT Aroganomos beralih ke metode nilai wajar pada 2
Januari 2010 karena kehilangan kemampuan untuk memengaruhi PT Zorois secara signifikan.
Pendapatan investasi dilaporkan
oleh PT Aroganamos
Pada Awal Disajikan
PT Zorois Berdasarkan Kembali Berdasarkan
Tahun Laba bersih Dividen Metode ekuitas Metode nilai wajar
2007 15.000.000 10.000.000 7.500.000 5.000.000
2008 18.000.000 10.000.000 9.000.000 5.000.000
2009 22.000.000 10.000.0001 1.000.000 5.000.000
55.000.000 30.000.000 27.500.000 15.000.000
Laporan keuangan PT Aroganomos tahun 2010, laporan keuangan komparatif untuk
tahun 2007, 2008, dan 2009 disajikan kembali untuk memasukkan 50% saham pada
dividen PT Zorois dan mengeluarkan dari laba saham PT Arogonomos atas laba
bersih yang diakui berdasarkan metode ekuitas.
Penyajian kembali tersebut dilakukan pada pembukuan PT Arogonomos dengan


membuat ayat jurnal berikut pada tanggal 2 Januari 20X4.

Saldo Laba 12.500.000


Investasi pada Saham PT Zorois 12.500.000
Menyajikan kembali akun investasi dari metode biaya ke metode ekuitas:
Rp27.500.000 – Rp15.000.000
Perbandingan Metode Nilai Wajar dan Metode Ekuitas

Item Metode Biaya Metode Ekuitas


Nilai tercatat investasi pada tanggal akuisisi Nilai Wajar Biaya perolehan awal

Nilai tercatat investasi pada umumnya setelah ak Nilai Wajar Biaya perolehan awal ditambah (dikurangi) bagia
uisisi n investor atas laba (rugi) investee dan dikurangi
bagian investor atas dividen investee dan amortis
asi atau penghapus bukuan diferensial

Diferensial Tidak diamortisasi atau dihapusbukukan Amortisasi atau penurunan nilai jika terkait deng
an aset investee dengan masa manfaat terbatas
atau aset yang dilepaskan

Pengakuan pendapatan oleh investor Bagian investor atas dividen investee yang diumu Bagian investor atas laba investee seak akuisisi,
mkan sejak tanggal akuisisi dibagikan atau tidak, dikurangi dengan amortisasi
atau penghapusbukuan dferensial

Dividen investee dari laba sejak akuisisi oleh inve Pendapatan Pengurang investasi
stor
Dividen investee melebihi laba sejak akuisisi oleh Pengurang investasi Pengurangan investasi
investor
KEPEMILIKAN SELAIN INVESTASI PADA
SAHAM BIASA
Bila terjadi kepemilikan perusahaan di entitas lain selain investasi dalam
saham biasa, dapat melibatkan investasi ekuitas di persekutuanatau
kepentingan yang tidak mencerminkan kepemilikan karena keragaman dan
kompleksitas dari berbagai jenis pengaturan, aturan-aturan akuntansi, jika
ada , serinbgkali kompleks atau dalam beberapa kasus tidak dijelaskan
dengan spesifik.
BEBERAPA
PERTIMBANGAN
SEHUBUNGAN
DENGAN METODE
EKUITAS
Aturan umum yang ditetapkan dalam PSAK No.15 "Akuntansi untuk
investasi Dalam Perusahaan Asosiasi" (PSAK.15) mengharuskan metode
Penentuan ekuitas digunakan untuk pelaporan investasi dimana kepemilikan investor
atas saham berhak suara memberikan investor "kemampuan untuk
Pengaruh
mempunyai pengaruh signifikan atas kebijakan operasi dan keuangan "

Signifikan perusahaan. Jika tidak terdapat bukti lain, kepemilikan saham biasa
20% atau lebih dianggap sebagai indikasi bahwa investor dapat
mempunyai pengaruh yang signifikan atas investee
Faktor yang dapat menunjukkan bukti lain mengenai kemampuan untuk
mempunyai pengaruh signifikan

Partisipasi dalam pengambilan


kebijakan

Perwakilan dalam 2 Transaksi pokok antar


dewan direksi perusahaan
1 3

Besaran investasi dalam kaitannya


dengan konsentrasi pemegang saham 6 4
Pertukaran personel
lain. manajerial
5

Ketergantungan
teknologi
Metode yang diterapkan dalam PSAK No.15 sering disebut konsolidasi satu baris

semua penyesuaian metode ekuitas dilakukan me


Laba investor dan ekuitas pemegang saham
01 02 lalui akun investasi dan pendapatan investasi, ya
adalah sama jika investee dikonsolidasikan.
ng dilaporkan hanya sebagai satu baris dalam n
eraca dan satu baris dalam laporan laba rugi.

Pandangan dalam konsolidasi adalah penjualan antarperusahaan tidak menyebabkan realisasi


pendapatan sampai laba antarperusahaan tersebut dijual kepada pihak ekternal yang tidak terafiliasi.
karena dalam membuat laporan konsolidasi hubungan induk - anak harus dieliminasi termasuk laba yang
belum terealisasi. Pada metode ekuitas prinsipnya sama harus disesuaikan .Penyesuaian terhadap laba
belum terealisasi dalam penjualan ke afiliasi disebut metode ekuitas disesuaikan penuh.
Penjualan antarperusahaan biasanya dicatat pada pembukuan penjual dengan cara yang sama seperti
penjual lain termasuk pengakuan laba. Dalam penerapan metode ekuitas , laba belum terealisasi yang
masih ada pada akhir periode pembukuan harus dikurangi dari jumlah pendapatan yang seharusnya
dilaporkan.

Dalam pendekatan satu baris, pendapatan dari investasi yang diakui dan nilai tercatat investasi dikurangi
untuk menghilangkan pengaruh laba antar perusahaan yang belum direalisasi.Pada periode berikutnya
saat laba antar perusahaan direalisasi , ayat jurnal tersebut dibalik.
Ilustrasi Penyesuaian Laba Belum Direalisasi

PT Pantipatani memiliki 40% saham biasa PT Lisanungisang. Selama tahun 2008, PT Pantipatani menjual
persediaan ke PT Lisanungisang senilai Rp 10.000.000 , biaya perolehan persediaan tersebut sebesar
Rp 7.000.000,- PT Lisanungisang menjual satu per tiga dari persediaan tersebut ke pihak luar selama

tahun 2008 dan dua pertiga dari persediaan tersebut masih terdapat di persediaan akhir . Jumlah

laba yang belum terealisasi dihitung :

Total laba antar perusahaan ( Rp 10.000.000-Rp 7.000.000) Rp 3.000.000

Bagian belum terealisasi (Rp 3.000.000 x 2/3) Rp 2.000.000


Ilustrasi Penyesuaian Laba Belum Direalisasi

PT L melaporkan laba bersih sebesar Rp 60.000.000 untuk tahun 2011, dan tidak mengumumkan dividen .
Ayat jurnal PT P pada akhir tahun 2011
31 Desember 2011
(13) Investasi pada saham PT L 24.000.000
Pendapatan dari PT L 24.000.000
Mencatat pendapatan metode ekuitas ( 40% x60.000.000)

(14) Pendapatan dari PT L 2.000.000


Investasi pada saham PT L 2.000.000
Menghilangkan laba antarperusahaan yang belum direalisasi
Ilustrasi Penyesuaian Laba Belum Direalisasi

Jika semua persediaan yang tersisa terjual pada tahun 2012, maka ayat jurnal berikut akan dibuat
dalam pembukuan PT Pantipantani pada akhir 2012 untuk mencatat realisasi laba antarperusahaan
yang sebelumnya belum direalisasi :
31 Desember 2012
(15) Investasi pada saham PT Lisanungisang 2.000.000
Pendapatan dari PT Lisanungisang
2.000.000
Mengakui laba antarperusahaan yang direalisasi
Bagian Investor Atas Laba Komprehensif Lainnya
Asumsikan, PT An daradikamembeli 40% saham biasa PT Baranatama 1 Januari 2008. Untuk tahun
2011 PT Baranatama melaporkan laba bersih senilai Rp 80.000.000,- dan laba komprehensip sebesar
Rp 115.000.000,- termasuk laba konprehensip lainnya sebesar (sebagai tambahan laba bersih) Rp
35.000.000. Laba komprehensif lainnya tersebut mencerminkan keuntungan yangbelumdirealisasi
sebesarnRp 35.000.000 (setelah dikurangi pajak) dihasilkan dari peningkatan nilai wajar dari investasi
saham yang diklarifikasikan sebagai tersedia-untk-dijual berdasarkan kriteriayang ditetapkn dalam
PSAK 15. . Selain pencatatan ayat jurnal metode ekuitas yang umum, PT A mengakui bagian
proporsionalnya atau keuntungan belum terealisasi dari efek tersedia -untuk-dijual yang dilaporkan PT B
selama tahun 2011 dengan jurnal :
(16) Investasi pada saham PT B 14.000.000
Keuntungan belum direalisasi dari investasi pada investee 14.000.000
Mengakui bagian atas keuntungan belum terealisasi investee
dari efek tersedia - untuk- dijual
Perusahaan mempunyai tiga pendekatan yang berbeda dalam penggunaan akuntansi untuk anak
perusahaan yang dikonsolidasi :

1.Metode ekuitas disesuaikan penuh


2.Metode ekuitas versi modifikasi
3.Metode biaya
Beberapa versi modifikasi dari metode ekuitas sering ditemukan dalam praktik dan semuanya biasa
disebut sebagai metode ekuitas modifikasi. Beberapa perusahaan menerapkan metode ekuitas tanpa
membuat penyesuaian untuk :
a.laba antarperusahaan yang belum direalisasi
b.amortisasi diferensial
ANY QUESTIONS?