You are on page 1of 17

JURNAL

REFLEKSI KASUS DAN ANALISIS JURNAL

Di susun oleh :

Huda al faris, S.Kep


Rizka hidayati, S.Kep
Sri Siti Khadijah, S.Kep
Amelia anita, S.Kep
Atika nur huda, S.Kep
Ilham wahyudi, S.Kep

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FKIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
PENGKAJIAN
• Tanggal pengkajian : 07-Oktober-2018
• Jam : 10.00 Wita

• DATA DEMOGRAFI
• Biodata
• - Nama ( inisial ) : Ny. N
• - Usia / tanggal lahir : 48 Tahun
• - Jenis kelamin : Perempuan
• - Alamat : Jl. Hikmah Benua RT. 03
• - Suku / bangsa : Banjar
• - Status pernikahan : Kawin
• - Agama / keyakinan : Islam
• - Pekerjaan / sumber penghasilan : Ibu rumah tangga
• - Diagnosa medik : Diabetes melitus tipe 2 + Diabetic foot
LANJUTAN……..
II. KELUHAN UTAMA:
• Klien mengatakan nyeri di kaki

III. RIWAYAT KESEHATAN


• Riwayat kesehatan sekarang
• Klien mengatakan 2 minggu yang lalu klien terinjak paku lalu dibiarkan, ,
kemudian 3 hari setelahnya luka klien tidak sembuh dan klien baru
merasakan nyeri ketika mencuci kaki maka klien dibawa ke puskesmas di
lakukan cek gula darah di dapat hasil 480 mg/dl ternyata setelah diperiksa
klien ada riwayat diabetes melitus tipe 2 lalu di rujuk ke RSUD Ulin. Pasien
mengatakan akhir-akhir ini merasakan sering haus dan banyak minum tidak
ada perasaan lelah, dan tidak ada pusing. Selama keluhan pasien minum
amoxcilin 3x1 hari
LANJUTAN……..
Riwayat kesehatan keluarga
• Klien mengatakan ayahnya memiliki riwayat diabetes melitus

• Tanda-tanda vital
• - Suhu : 36,7 C
• - Nadi : 78 x/menit
• - Pernafasan : 20 x/menit
• - Tekanan darah : 160/80 mmHg
LANJUTAN…..
• c. Fungsi motorik (massa, tonus dari kekuatan otot) :
• kiri kanan
• 5555 5555
• 4455 5555
• Fungsi sensorik (suhu, nyeri, getaran posisi dan diskriminasi ) : merespon
terhadap nyeri, nyeri pada kaki kiri (luka diabetic),
• Pengkajian PQRST
• P : saat keluar pus pada kaki
• Q : nyut nyutan
• R : kaki kiri
• S : skala nyeri 4 (0-10)
• T : hilang timbul
LANJUTAN…….
• A. Kebutuhan Nutrisi
• Selera makan : klien mengatakan tidak terlalu selara makan
• Menu makan dalam 24 jam : makanan warung (nasi, lauk sayur)
• Frekuensi makan dalam 24 jam : makan sedikit ( 5 kali sendok)
• Makanan yang disukai dan makanan pantangan : makanan yang
mengandung tinggi gula

• C. Kebutuhan Eliminasi ( BAB & BAK )


• Tempat pembuangan : klien terpasang DC
• Frekuensi ? Kapan ? Teratur ? : klien mengatakan urin bag di buang
sehari 2 kali full 3000 cc (1500x2)
LANJUTAN……..
Personal hygiene
• Mandi (frekuensi, cara, alat mandi, kesulitan, mandiri/dibantu) : klien 10 hari
tidak mandi
• Cuci rambut : selama di rumah sakit klien tidak pernah ,mencuci rambutnya
sehingga rambutnya tampak kusam, kusut, dan berketombe.
• Gunting kuku : selama di rumah sakit klien tidak pernah menggunting
kukunya.
• Gosok gigi : klien tidak menggosok gigi dan hanya berkumur saja.

• DIAGNOSA KEPERAWATAN
• Nyeri akut b/d Agen cedera biologis (ulkus diabetic) (00132)
• Mual b/d rasa makanan yang tidak enak (00134)
• Defisit perawatan diri b/d ulkus diabetic (00108)
Terapi
• Bactesin 2x1,5 gr
• Antrasin 1 amp
• Metoclopraind 3x1
• Lavemir 12 ru
• Nonoravid 3x6 ru
• Omz 1x20 mg
• Abrovastafin 1x20 mg
No No Diagnosa Diagnosa Nursing Outcome Nursing Intervention Rasional

1 00132 Nyeri akut b/d Agen cedera Setelah dilakukan tindakan 1x 1. Lakukan pengkajian nyeri 1. Mengetahui penyebab dari nyeri
biologis (ulkus diabetic) 2 jam diharapkan nyeri hilang komprehensif meliputi lokasi, (PQRST)
Kriteria Hasil (Noc): karakteristik, durasi, frekuensi, 2. Mengurangi nyeri lebih cepat
 Klien mengatakan nyeri kualitas, intensitas dan faktor dengan penggunaan obat
berkurang pencetus. 3. Menggali hal apa yang terganggu
 Skala nyeri tidak ada 2. Pastikan dan pantau perawatan saat nyeri (makan, istirahat dan
 Klien tidak memegang analgetik bagi klien lainnya)
kaki yang sakit 3. Tentukan akibat dari 4. Teknik yang dilakukan untuk
 TTV dalam batas normal pengalaman nyeri klien memanagemen nyeri agar
4. Ajarkan teknik nonfarmakologi berkurang
(seperti teknik nafas dalam, terapi 5. Memandirikan klien untuk bisa
musik, akupressur, guided memagemen nyeri yang dirasakan
imagery). 6. Mengetahui dan mengevaluasi
5. Dorong klien untuk memonitor hasil TTV
nyeri dan menangani nyeri dengan
tepat
6. Observasi TTV
00134 Mual b/d rasa Seteah dilakukan 1. Dorong klien untuk 1. Agar dapat mengatasi
makanan yang tidak intervensi 1 x 2 jam di belajar strategi mengatasi mual dengan mandiri
enak harapkan mual hilang mual sendiri 2. Mengetahui dampak
Kriteria hasil : 2. Evaluasi dampak dari yang terjadi saat mual
 Klien mengatakan pengalaman mual pada 3. Meningkatkan makan
tidak mual kualitas hidup (aktivitas, dengan makanan kesukaan
 Klien mengatakan nafsu makan) 4. Teknik yang dilakukan
selera makan 3. Dorong pola makan untuk memanagemen
bertambah dengan porsi sedikit mual agar berkurang
 Klien mengatakan makanan yang menarik
hanya makan bagi klien
makanan warung 4. Ajari penggunakan
teknik nonfarmakologi
(relaksasi, terapi music,
distraksi) untuk mengatasi
LANJUTAN…….
3 00108 Defisit perawatan Seteah dilakukan 1. Kaji kemampuan klien 1. Mengkaji kemampuan
diri b/d ulkus intervensi 1 x 2 jam di untuk melakukan klien untuk melakukan
diabetic harapkan dapat perawatan diri perawatan diri
menggerakkan 2. Anjurkan klien untuk memudahkan intervensi
ekstermitas mandi 2. Menghindarkan dari
3. Mengganti pakaian kuman
kotor dengan pakaian 3. Mengkaji pakaian
bersih melindungi klien dari
4. Memantau integritas kuman dan meningkatkan
kulit rasa nyaman
4. Mengkaji agar integritas
kulit lembab
Substansi Penelitian
Judul Penelitian Pengaruh Intervensi Personal Higiene Terhadap Kepuasan Pasien
Immobilisasi
Tahun Penelitian 2016
Nama Peneliti Heni Nurhaeni, Suryati, Tri Riana Lestari, Taufiqurrachman, Katherin P
Suryani Manurung, Reni Chairani, Elsye Rahmawati, Lindawati
Lokasi Penelitian RS Prikasih Jakarta Selatan.

Alamat Jurnal https://www.poltekkesjakarta1.ac.id/file/dok


umen/39PENGARUH%20INTERVENSI%21-
PERSONAL%20-
HIGIENE%20TERHADAP%20.pdf
Pendahuluan Personal Higiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan
kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis, kurang perawatan diri
adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan
kebersihan untuk dirinya
Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh
intervensi personal higiene terhadap kepuasan
Pasien Immobilisasi di RS Prikasih Jakarta Selatan
Desain Penelitian Eksperimen semu (quasi eksperiment)
Analisis Jurnal
sebagian besar responden berjenis kelamin laki-
laki dengan jumlah 12 responden dan sebagian
Population & kecil responden berjenis kelamin perempuan
Sample (P) dengan jumlah 18 responden.
)

Intervention Personal higiene


(I)

Rima Berlian Putri (2015) yang berjudul


Comparation Hubungan Pelaksanaan Personal Hygiene dengan
(C) Tingkat Kepuasan Pasien Imobilisasi di Ruangan
Neurologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi
Outcom (O) Ada pengaruh signifikan

Waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan


Time (T) relaksasi benson adalah 15-30 menit dengan
frekuensi sebanyak 2 kali/Hari.
Implikasi

Bagi Perawat Bagi Rumah Sakit


Billahi fii sabilil haq, fastabiqul khairat
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh