You are on page 1of 16

Company

LOGO

AGENDA SETTING
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Definisi Agenda Setting

• Agenda setting adalah sebuah fase dan proses yang


sangat strategis dalam realitas kebijakan publik.

• Karena dalam proses inilah ruang untuk memaknai apa


yang disebut sebagai masalah publik dan prioritas dalam
agenda publik dipertarungkan.

• Dalam proses ini, jika sebuah issue berhasil


mendapatkan status sebagai masalah publik, dan
mendapatkan prioritas dalam agenda publik, maka isu
tersebut berhak mendapatkan alokasi sumber daya
publik yang lebih daripada isu lain
MAKNA AGENDA SETTING

Mengedepankan masalah untuk


ditangani pemerintah (Charles O. Jones)

Pencarian dan penyaringan issue


(Hogwood & Gunn)
Makna Agenda
Setting
Pengarah dan jendela kebijakan
(Kingdon)
Makna Issue dan Agenda Kebijakan
• Issue ≠ kabar burung.
• Issue kebijakan (policy issues) sering disebut juga
sebagai masalah kebijakan (policy problem).
• Policy issues lazimnya muncul karena telah terjadi
silang pendapat diantara para aktor mengenai arah
tindakan yang telah atau akan ditempuh, atau
pertentangan pandangan mengenai karakter
permasalahan itu sendiri.
• William Dunn : Issue kebijakan merupakan 
“produk atau fungsi dari adanya perdebatan baik
tentang rumusan, rincian, penjelasan maupun penilaian
atas suatu masalah tertentu.
inisiator
Terciptanya
issue

Perangkat
pemicu
Masalah Masalah Issue
privat publik kebijakan

Agenda
sistemik

Agenda
institusional
 Masalah Privat : Akibat yang terbatas, atau hanya menyangkut satu
atau sejumlah kecil orang yang terlibat secara langsung
 Masalah Publik : Mempunyai akibat yang lebih luas termasuk akibat
– akibat yang mengenai orang – orang yang secara tidak langsung
terlibat
 Masalah Politik / Issue Kebijakan : Perbedaan pendapat
masyarakat tentang solusi dalam menangani masalah ( Policy
action )
 Agenda sistemik : Isu dirasakan oleh semua warga masyarakat
politik yang patut mendapat perhatian, Issue tersebut berada dalam
yuridiksi kewenangan pemerintah
 Agenda Institusional : Serangkaian issue yang secara tegas
membutuhkan pertimbangan yang intens dan aktif dari pembuat
keputusan yang sah
Issue akan mudah tampil atau masuk dalam
agenda sistemik jika :
1. Issue itu memperoleh perhatian yang luas atau
setidaknya dapat menimbulkan kesadaran masyarakat
2. Adanya persepsi atau pandangan/pendapat publik yang
luas bahwa beberapa tindakan perlu dilakukan untuk
memecahkan masalah itu
3. Adanya persepsi yang sama dari masyarakat bahwa
masalah itu merupakan suatu kewajiban dan tanggung
jawab yang sah dari beberapa unit pemerintahan untuk
memecahkannya
Agenda setting sebagai Pengarah dan jendela
kebijakan
(John Kingdon)
• Membahas mengapa beberapa persoalan muncul sbg
agenda pemerintah, sedangkan yang lain tidak.
• Membahas ttg siapa saja yang mempengaruhi
agenda pemerintah, dan mengapa mereka melakukan
itu.
• Aliran proses yang memungkinkan hal itu terjadi :
1. Problems stream (persoalan)
2. Policies stream (kebijakan)
3. Politics stream (politik)
• Dalam setiap aliran proses, keterlibatan para
partisipan sama kuatnya.
Problems Stream :

• Suatu permasalahan diperhatikan oleh pemerintah,


karena :
a. Alat dan cara yg digunakan utk mendefinisikan
kondisi sebagai masalah;
b. Merupakan kejadian khusus.
c. Aktor pemerintah memahami kondisi melalui
feed-back dari program yang pernah ada.
• Kondisi  sesuatu yang berlangsung setiap hari.
• Kondisi menjadi masalah, jika :
• Merasa harus merubah
• Merusak nilai-nilai penting
Politics Stream :

• Perkembangan pada wilayah politik  dapat memicu


adanya agenda kebijakan yang kuat.
• Misal :
• Adanya perubahan mood/selera nasional
• Dukungan Lembaga Politik
• Distribusi ideologi dalam lembaga perwakilan
• Peran berbagai kelompok kepentingan yang
berhasil/gagal mengarahkan permintaan mereka
thd pemerintah
Policies Stream :

• Terkait dengan proses mengkaitkan masalah dengan


solusi, karena seringkali dalam perumusan kebijakan
pemerintah sering lalai untuk mengkaitkannya.
• Dalam proses ini, teknokrat dan akademisi berupaya
meyakinkan pihak birokrat atau politisi, melalui
alternatif-alternatif solusi masalah
• Teknokrat dan akademisi inilah yang disebut dengan
policy entrepreneur.
CONTOH KASUS AGENDA SETTING

 MTCC UMY ( Muhammadiyah Tobacco Control Centre )


dalam mensukseskan lahirnya Perda KTR ( Kawasan
Tanpa Rokok ) di Kulon Progo Tahun 2014
1. Problem Stream ( 4 Bulan )
- Menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bahwa
Perda KTR adalah amanah dari UU Kesehatan nomor 36 Tahun 2009
- Melakukan Survey kepada masyarakat Kulon Progo tentang bahaya
rokok, konsumsi atas rokok, dukungan terhadap KTR
- Memberikan data dari BPS mengenai posisi Kulon Progo terkait
dengan Kesejahteraan masyarakat, tingkat Pendidikan masyarakat,
Kesehatan Masyarakat
- Desiminasi hasil survey ke SKPD terkait, masyarakat Kulon Progo,
dan media Massa ( Issue menjadi tersebar luas )
2. Political Stream ( 6 Bulan )
- Audiensi dengan PDM Muhammadiyah dan
Aisiyah Kulon Progo, Pemuda Muhammadiyah
untuk mendapatkan dukungan internal
- Audiensi dengan Dinas Kesehatan, Dinas
Pendidikan, Dinas Pendapatan, Dinas Sosial,
dan Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten
Kulon Progo
- Audiensi dengan Bupati Kulon Progo
- Audiensi dengan beberapa Fraksi di DPRD
Kulon Progo
3. Policies Stream ( 8 Bulan )
- Membuat draf alternative – alternative
kebijakan
- Membuat naskah akademik ( FKIK UMY,
IP UMY, Hukum UMY )
- Konsinering dengan SKPD terkait
- Beberapa kali rapat dengar pendapat
dengan DPRD Kabupaten Kulon Progo
Strategi seperti itu berhasil juga di Kabupaten
Gunung Kidul ( 2015 ) dan Kota Yogyakarta (
2017 )
Gagal di Kabupaten Sleman ( 2014 ) -tinggal
pengesahan di rapat pleno tetapi Fraksi
mayoritas tiba – tiba tidak datang sehingga tidak
kuorum, disinyalir karena perintah dari pusat.
Gagal juga di Kabupaten Bantul ( 2016 ), Dinas
Kesehatan Bantul kurang berani / Cari Aman