You are on page 1of 22

ANATOMI DAN FISIOLOGI HIDUNG

Vaskularisasi Hidung
Fisiologi hidung
Jalan nafas
Penciuman

Air conditioning Penyaringan /proteksi

Resonansi Proses bicara

Reflek nasal
Air conditioning

◦ Mengatur kelembaba udara


◦ Dilakukan oleh mucous blanket
◦ Mengatur suhu
◦ Dikarenakan karena banyaknya pembuluh darah dan adanya permukaan konka dan septum
yg cukup luas  radiasi berlangsung secara optimal
◦ Suhu udara melalui hidung 37 ⁰C
Penyaringan /proteksi

◦ Membersihkan udara dan debu


◦ Dilakukan oleh :
◦ Rambut (vibrissae) pd vestibulum
◦ Silia
◦ Palut lendir (mucous blanket)
◦ Enzym lysozim
Proses bicara

◦ Kata dibentuk oleh lidah, bibir, palatum mole


◦ Pada pembentukan konsonan (m,n,ng)  rongga mulut tertutup dan hidung terbuka
 palatum mole turun untuk aliran udara
Reflek nasal

◦ Reptor reflek yang berhubungan dengan saluran cerna, kardiovaskuler, dan


pernapasan
◦ Rangsang bau tertentu menyebabkan sekresi kelenjar air liur, lambung dan pankreas
Sinus Paranasal
4 SINUS PARA NASAL
1. Sinus Frontal
2. Sinus Sphenoid
3. Sinus Ethmoid
4. Sinus Maksila
Sinus Maksila
Vaskularisasi :
◦ Terbesar, piramid a. maksila interna
a. sphenopalatina
◦ Basis: dinding lateral rgg hidung
a. palatina mayor
◦ Apek : proc Zygomatikus a. alveolaris anterior - posterior
Sinus frontal
◦ Sempurna usia > 8 tahun
◦ Batas dengan orbita tipis
◦ Muara di meatus medius

( bersama dg sinus maksila & sinus


ethmoid )
Sinus Ethmoid

◦ 3-16 Sel-sel ( sarang lebah )


volume total 3 ml
◦ Letak : bula ethmoid, diantara
konka media & ddng medial orbita
◦ Jumlah : 2 kelompok
◦ S. Ethmoid anterior muara  meatus media
◦ S. Ethmoid posterior muara  meatus superior

Batas – batasnya
Lateral : Lamina papirasea ( mata)
Superior : Lamina kribosa
Posterior : Sinus sphenoid
Sinus Sphenoid
◦ Letak : di dalam os sphenoid
◦ Batas – batas :
◦ Superior : fosa cerebri media
◦ Inferior : atap nasofaring
◦ Lateral : sinus cavernosus &
a. carotis interna
◦ Posterior : Pons / fosa cerebri
posterior
Fungsi sinus
◦ Air conditioning
◦ Keseimbangan kepala
◦ Menjaga suhu
◦ Resonansi

◦ Fungsi normal sinus tergantung pd ventilasi & drainase yg baik


Mekanisme penghidu
Molekul-molekul harus dilarutkan agar dapat dideteksi oleh reseptor penghidu

Pengikatan molekul odoriferosa ke tempat khusus di silia

Perpindahan ion-ion yang menimbulkan depolarisasi potensial reseptor

Potensial aksi di serat aferen

Frekuensi potensial aksi bargandung padaPembukaan


konsentrasi molekul-molekul zat kimia yang terstimuasi
saluran Na+ +

Serat-serat tersebut segera bersinaps di bulbus olfaktorius, suatu struktur saraf kompleks yang
mengandung beberapa lapisan sel yang berbeda-beda

Serat-serat yang keluar dari bulbus olfaktorius berjalan melalui dua rute
Serat-serat yang keluar dari bulbus olfaktorius berjalan melalui dua rute

Rute subkortikal Rute talamus-kortikal

Manusia dapat membedakan puluhan ribu bau


Rute ini mencakup keterlibatan hipotalamus, yang berbeda.pera peneliti beranggapan bahwa
memungkinkan koordinasi erat antara reaksi persepsi ini bergantung pada kombinasi bau-
penghidu dan perilaku yang berkaitan dengan bau primer, namun belum ada kesepakatan
makan, kawin, dan penentuan arah. mengenai jumlah bau primer.
Septum nasal
Vaskularisasi Hidung
TERIMAKASIH 